UAS TPK: Etika Global

UAS TPK: Etika Global

University

20 Qs

quiz-placeholder

Similar activities

PTS  GANJIL PKK KELAS XII TKR 1

PTS GANJIL PKK KELAS XII TKR 1

University

20 Qs

Repaso Unidad 2 - Administración I

Repaso Unidad 2 - Administración I

University

16 Qs

Tanggung Jawab Sosial dan Etika dalam bisnis

Tanggung Jawab Sosial dan Etika dalam bisnis

University

15 Qs

Kuis Studi Kelayakan Bisnis

Kuis Studi Kelayakan Bisnis

University

20 Qs

Manajemen Gudang

Manajemen Gudang

University

15 Qs

MSDM

MSDM

University

17 Qs

Pasar Modal Untuk Millenial

Pasar Modal Untuk Millenial

10th Grade - University

15 Qs

Oraliq nazorat uchun  (10 ball)

Oraliq nazorat uchun (10 ball)

University

20 Qs

UAS TPK: Etika Global

UAS TPK: Etika Global

Assessment

Quiz

Business

University

Medium

Created by

Ardiansyah Japlani

Used 1+ times

FREE Resource

AI

Enhance your content in a minute

Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Sebuah perusahaan multinasional yang beroperasi di beberapa negara berkembang menemukan bahwa dengan memberikan "hadiah" kepada pejabat lokal, proses perizinan mereka menjadi jauh lebih cepat. Di negara asal perusahaan, praktik ini dianggap sebagai suap dan ilegal. Namun, di negara lokasi operasi, hal ini dianggap sebagai bagian dari "membangun hubungan" dan merupakan praktik bisnis yang umum. Dengan menggunakan kerangka etika global, manakah dilema utama yang dihadapi perusahaan?

Dilema antara pendekatan utilitarianisme, yang mungkin membenarkan "hadiah" demi efisiensi yang lebih besar, dan etika kebajikan yang mempertanyakan karakter pembuat keputusan.

Dilema antara tekanan kompetitif untuk mencapai keuntungan dan kewajiban deontologis untuk mengikuti aturan hukum negara asal secara universal.

Dilema antara sensitivitas budaya yang mencoba memahami praktik lokal dan penerapan prinsip etika universal seperti kejujuran dan keadilan yang tidak mengenal batas negara.

Dilema antara model pengambilan keputusan rasional yang menganalisis biaya-manfaat dan model intuitif yang mungkin merasa praktik tersebut salah secara inheren.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Seorang manajer di perusahaan teknologi raksasa sedang mengembangkan algoritma AI untuk sistem rekrutmen. Algoritma ini, setelah diuji, secara tidak sengaja menunjukkan preferensi terhadap kandidat laki-laki untuk posisi teknis karena dilatih menggunakan data historis perusahaan yang didominasi laki-laki. Manajer menyadari bahwa meluncurkan sistem ini akan meningkatkan efisiensi secara drastis, namun melanggengkan bias gender. Dari perspektif etika kebajikan, tindakan apa yang paling mencerminkan karakter seorang pemimpin etis global?

Meluncurkan sistem tersebut dengan argumen konsekuensialis bahwa efisiensi yang didapat akan memberikan kebaikan terbesar bagi perusahaan secara keseluruhan.

Mengabaikan bias tersebut karena algoritma tidak memiliki niat untuk mendiskriminasi, sehingga secara deontologis tidak ada aturan eksplisit yang dilanggar.

Menghentikan peluncuran sistem dan menginvestasikan waktu serta sumber daya untuk membersihkan data dan melatih ulang algoritma demi mengembangkan kebajikan keadilan dan tanggung jawab sosial.

Menyerahkan keputusan kepada departemen hukum untuk meminimalkan risiko tuntutan hukum, dengan fokus pada kepatuhan regulasi semata.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Pemerintah sebuah negara memutuskan untuk membangun bendungan besar yang akan menghasilkan listrik bersih bagi jutaan warganya dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, proyek ini akan menenggelamkan beberapa desa dan memaksa ribuan orang pindah dari tanah leluhur mereka. Pendekatan etis mana yang paling menggambarkan justifikasi pemerintah untuk melanjutkan proyek tersebut, meskipun ada dampak negatif yang signifikan pada kelompok minoritas?

Pendekatan Deontologis, yang berfokus pada kewajiban pemerintah untuk memajukan negara, terlepas dari konsekuensinya.

Pendekatan Utilitarianisme, yang berpendapat bahwa kebahagiaan dan manfaat (listrik dan ekonomi) bagi mayoritas lebih besar daripada penderitaan minoritas yang tergusur.

Pendekatan Etika Kebajikan, yang menilai tindakan ini sebagai cerminan dari kebajikan "visi" dan "kemajuan" seorang pemimpin.

Pendekatan berbasis Hak Asasi Manusia, karena hak atas pembangunan ekonomi dianggap lebih fundamental daripada hak atas tempat tinggal.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Sebuah perusahaan farmasi menemukan obat baru yang sangat efektif untuk penyakit langka. Namun, biaya riset dan produksi membuat harga obat tersebut sangat mahal, sehingga hanya terjangkau oleh segelintir orang kaya. Jika perusahaan menetapkan harga tinggi, mereka dapat mendanai riset lebih lanjut untuk obat lain. Jika mereka menurunkan harga, lebih banyak orang akan selamat dari penyakit langka tersebut, tetapi inovasi masa depan akan terhambat. Immanuel Kant, dengan "imperatif kategoris"-nya, kemungkinan besar akan menganalisis dilema ini dengan bertanya:

Tindakan mana yang akan menghasilkan kebahagiaan terbesar bagi jumlah orang terbesar?

Apakah tindakan menetapkan harga yang tidak terjangkau bisa dijadikan hukum universal bagi semua perusahaan farmasi di semua situasi?

Karakter moral seperti apa yang sedang saya bangun dengan keputusan ini: serakah atau welas asih?

Bagaimana kita bisa menyeimbangkan hak perusahaan untuk mendapat untung dengan hak pasien untuk hidup?

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Dalam menghadapi krisis perubahan iklim, sebuah negara maju berargumen bahwa negara-negara berkembang harus ikut serta dalam mengurangi emisi secara drastis. Namun, negara-negara berkembang membalas bahwa negara maju telah berpolusi selama satu abad untuk membangun kekayaan mereka dan sekarang secara tidak adil menghalangi pembangunan negara lain. Prinsip etika global fundamental apa yang menjadi inti dari konflik ini?

Kejujuran, terkait transparansi data emisi dari masing-masing negara.

Penghormatan terhadap HAM, terutama hak untuk lingkungan yang bersih.

Tanggung Jawab Sosial, mengenai dampak kolektif terhadap planet ini.

Keadilan, khususnya keadilan distributif mengenai siapa yang harus menanggung beban terbesar untuk masalah yang diciptakan secara tidak merata.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Perusahaan "FastFashionCo" memindahkan produksinya ke negara dengan peraturan lingkungan yang sangat longgar. Hal ini memungkinkan mereka memproduksi pakaian dengan biaya sangat rendah, yang menguntungkan konsumen dengan harga murah dan investor dengan profit tinggi. Namun, proses produksinya mencemari sungai lokal yang menjadi sumber air bagi komunitas sekitar. Ketika dihadapkan pada kritik, CEO perusahaan berargumen, "Tugas utama kami adalah memaksimalkan nilai bagi pemegang saham." Argumen CEO ini paling selaras dengan pendekatan etis yang mana, dan paling bertentangan dengan yang mana?

Selaras dengan Utilitarianisme sempit (fokus pada manfaat ekonomi), bertentangan dengan Tanggung Jawab Sosial dan Etika Lingkungan.

Selaras dengan Deontologi (kewajiban kepada pemegang saham), bertentangan dengan Etika Kebajikan.

Selaras dengan Model Intuitif, bertentangan dengan Model Rasional.

Selaras dengan Etika Kebajikan (kebajikan efisiensi), bertentangan dengan Deontologi.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Dalam sebuah rapat penentuan proyek tahunan, tim Anda terpecah menjadi dua kubu dengan ide yang sangat berbeda. Pemimpin tim, alih-alih memfasilitasi diskusi mendalam, memutuskan untuk langsung melakukan voting untuk menghemat waktu. Akibatnya, tim pemenang merasa jumawa sementara tim yang kalah merasa tidak didengar dan enggan berkontribusi pada proyek terpilih. Mengacu pada studi kasus dalam presentasi, kegagalan ini mencerminkan masalah apa?

Kegagalan menerapkan teknik 6-3-5 Brainwriting yang dapat menghasilkan lebih banyak ide.

Polarisasi kelompok yang membuat keputusan menjadi lebih ekstrem dari seharusnya.

Voting tanpa dialog mendalam yang hanya memindahkan konflik ke tahap implementasi, seperti yang terjadi pada kasus BEM Universitas

Kurangnya persiapan BATNA (Best Alternative to a Negotiated Agreement) dari pihak yang kalah.

Create a free account and access millions of resources

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

By signing up, you agree to our Terms of Service & Privacy Policy

Already have an account?