Search Header Logo

S0@l P3ns1sr4 B@h@s@ 1nd0n3s1@ (Z0n@ 1)

Authored by oky Sanjaya

Education

9th - 12th Grade

S0@l P3ns1sr4 B@h@s@ 1nd0n3s1@ (Z0n@ 1)
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

  1. Bacalah kutipan cerpen berikut!

“Selanjutnya, masalah pengobatan dan perawatan, biar nanti seluruh guru di sini yang memikirkan,” tegas Bu Eli. Pak Bon bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Bon memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Bon.

 

Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Bon adalah ...

Dialog antartokoh

Pelukisan Tindakan

Diceritakan tokoh lain

Diceritakan pengarang

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Cermati kalimat berikut!

  1. Hari ini kepala sekolah akan mengikuti seleksi Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional kata Ibu Susi .

     

    Penggunaan tanda baca yang tepat pada kalimat langsung tersebut adalah...

“ Hari ini kepala sekolah akan mengikuti Lomba Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional kata Ibu Susi."

“ Hari ini kepala sekolah akan mengikuti Lomba Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional,” kata Ibu Susi

“ Hari ini kepala sekolah akan mengikuti seleksi Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional." Kata: Ibu Susi .

“ Hari ini kepala sekolah akan mengikuti Lomba Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional?” kata Ibu Susi .

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Cermati kalimat berikut ini!

Dokter Delfi sedang mendiagnosa penyakit yang diderita oleh pasien di ruang prakteknya.

 

Alasan kesalahan ejaan pada kalimat tersebut adalah...

Penulisan kata mendiagnosa dan prakteknya salah, seharusnya mendiagnosis dan prakteknya.

Penulisan kata mendiagnosa dan prakteknya salah, seharusnya mendiagnosa dan praktiknya.

Penulisan kata mendiagnosa dan prakteknya salah, seharusnya mendiagnosis dan paraktiknya.

Penulisan kata mendiagnosa dan prakteknya salah, seharusnya mendiagnosis dan praktiknya.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Aku pun memberanikan diri untuk berbicara dengan orangtuanya. “Permisi… Bu, kenapa Sisi tidak sekolah?, dia itu masih muda,” tanyaku kepada Ibunya Sisi.

“Untuk apa Sisi sekolah?, lebih baik Sisi membantu orangtuanya di rumah,” jawab Ibunya Sisi dengan tegas. Aku terus menasehati ibunya Sisi agar mau menyekolahkan anaknya, namun beliau tetap menolaknya.

 

Watak tokoh ibunya Sisi pada teks tersebut adalah ....

peduli pendidikan

tidak bertanggung jawab

sangat menyayangi anaknya

suka memukuli anaknya

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Aku pun memberanikan diri untuk berbicara dengan orangtuanya. “Permisi… Bu, kenapa Sisi tidak sekolah?, dia itu masih muda,” tanyaku kepada Ibunya Sisi.

“Untuk apa Sisi sekolah?, lebih baik Sisi membantu orangtuanya di rumah,” jawab Ibunya Sisi dengan tegas. Aku terus menasehati ibunya Sisi agar mau menyekolahkan anaknya, namun beliau tetap menolaknya.

 

Kutipan cerpen tersebut merupakan bagan ...

pengenalan

pemunculan masalah

puncak masalah

penurunan masalah

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

  1. Perhatikan cuplikan novel berikut ini!

“Jadi pionir itu berat, karena mereka membela sejarah ke depan. “ kalimat itu berulang-ulang terliang ke telinga yusuf . sebuah pendapat yang keluar dari mulut perempuan dan perempuan Tionghoa. Yusuf amat terkanggum pada liam mien berani mengajukan pendapat seperti itu padahal yusuf yakin  bahwa kaum tionghua tiadak pernah setuju terjadinya aliminasi antara masyarakat minoritas itu terhadap masyarakat indonesia.

 

Koflik yang terjadi pada penggalan novel tersebut adalah…..

Konflik fisik

Konflik batin

Konflik perseorangan

Konflik kelompok

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

  1. Bacalah teks berikut secara saksama!

Setiap memandang wajahnya, hatiku terasa teduh. Ya, wajah Ayahku memang meneduhkan. Matanya yang bulat menyiratkan ketegasan kasih sayang kepadaku. Tangannya yang kekar namun lembut mengajari kami arti dari kasih sayang. Dengan tangannya itu, ayahku mencari dan memberikan nafkah bagi keluarga kami.

Wajah ayahku yang rupawan menggambarkan keindahan hati dan pikirannya. Tidak pernah terbesit dalam pikirannya berbuat buruk kepada orang lain. Dengan mulutnya lah, nasihat-nasihat indah tentang kehidupan mengalir ke telinga kami.

 

Berdasarkan teks deskripsi pada soal di atas objek yang dideskripsikan adalah ....

Wajah ayahku

Keramahan ayahku

Sosok ayahku

Fisik ayahku

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?