Search Header Logo

Soal Ujia Bahasa Indonesia SAS 1

Authored by RAODATUL JANNAH

Education

5th Grade

Used 3+ times

Soal Ujia Bahasa Indonesia SAS 1
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

25 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 5 pts

Puisi: Rindu Kampung

Di bawah langit biru nan cerah

Aku merindu kampung halaman

Sawah hijau,sungai bening

Dan suara burung berkicau riang

Tema puisi di atas adalah...

Persahabatan

Kerinduan kampung halaman

Keindahan alam

Kegembiraan

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 5 pts

Puisi: Rindu Kampung

Di bawah langit biru nan cerah

Aku merindu kampung halaman

Sawah hijau,sungai bening

Dan suara burung berkicau riang.

Ungkapan "sawah hijau, sungai bening" dalam puisi di atas merupakan...

Perumpamaan

Personifikasi

Metafora

Hiperbola

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 5 pts

Puisi: Rindu Kampung

Di bawah langit biru nan cerah

Aku merindu kampung halaman

Sawah hijau,sungai bening

Dan suara burung berkicau riang.

Perasaan penyair dalam puisi tersebut adalah...

Gembira

Marah

Rindu

Bosan

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 5 pts

Puisi: Rindu Kampung

Di bawah langit biru nan cerah

Aku merindu kampung halaman

Sawah hijau,sungai bening

Dan suara burung berkicau riang.

.

.

Suasana yang tergambar dalam puisi tersebut adalah...

Ramai dan gaduh

Tenang dan damai

Gelisah dan cemas

Sedih dan melankolis

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 5 pts

Bacalah cerita fabel berikut dengan saksama, lalu jawablah pertanyaan di bawah ini!

Kelinci Kecil dan Burung Pipit

Di sebuah hutan yang rindang, hiduplah seekor kelinci kecil bernama Bulan. Bulan sangat suka melompat-lompat di antara rerumputan hijau dan bermain dengan teman-temannya. Suatu hari, Bulan merasa sangat lapar. Ia pun berkeliling hutan mencari makanan.

"Ah, di sana ada kebun wortel milik Pak Rusa!" seru Bulan senang saat melihat kebun wortel yang luas dan hijau. Matanya berbinar-binar melihat wortel-wortel segar yang menggantung di tanaman. Tanpa pikir panjang, Bulan pun melompat masuk ke dalam kebun dan mulai memetik wortel.

"Aduh!" teriak Bulan kesakitan. Kakinya tergelincir dan terjatuh. Ia menatap kakinya yang luka dan mulai menangis.

"Ada apa, Bulan?" tanya Pipit, burung pipit kecil yang sedang bertengger di dahan pohon.

"Aku terjatuh dan kakiku sakit," jawab Bulan sambil terisak.

Pipit terbang mendekati Bulan. "Mengapa kamu masuk ke kebun wortel tanpa izin, Bulan?" tanya Pipit.

"Aku lapar dan ingin makan wortel," jawab Bulan.

"Memambil sesuatu tanpa izin itu tidak baik, Bulan," kata Pipit. "Kamu harus meminta izin kepada Pak Rusa terlebih dahulu."

Bulan merasa malu. Ia baru menyadari kesalahannya. "Maaf, Pipit. Aku tidak akan mengulanginya lagi," ujar Bulan.

Pipit tersenyum. "Tidak apa-apa, Bulan. Sekarang ayo kita cari Pak Rusa. Kita minta maaf dan minta bantuannya untuk mengobati kakimu."

Bulan dan Pipit pun pergi mencari Pak Rusa. Setelah menemukan Pak Rusa, mereka menceritakan kejadian yang sebenarnya. Pak Rusa menghela napas. "Bulan, kamu harus belajar untuk meminta izin sebelum mengambil sesuatu yang bukan milikmu. Untung saja kamu tidak apa-apa."

Pak Rusa kemudian mengobati luka di kaki Bulan. Setelah lukanya sembuh, Bulan berjanji akan selalu bersikap baik dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi

.

.

Tema utama dari cerita fabel diatas yang kamu telah baca adalah...

Persahabatan

Ketamakan

Kekuasaan

Kecerdasan

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 5 pts

Bacalah cerita fabel berikut dengan saksama, lalu jawablah pertanyaan di bawah ini!

Kelinci Kecil dan Burung Pipit

Di sebuah hutan yang rindang, hiduplah seekor kelinci kecil bernama Bulan. Bulan sangat suka melompat-lompat di antara rerumputan hijau dan bermain dengan teman-temannya. Suatu hari, Bulan merasa sangat lapar. Ia pun berkeliling hutan mencari makanan.

"Ah, di sana ada kebun wortel milik Pak Rusa!" seru Bulan senang saat melihat kebun wortel yang luas dan hijau. Matanya berbinar-binar melihat wortel-wortel segar yang menggantung di tanaman. Tanpa pikir panjang, Bulan pun melompat masuk ke dalam kebun dan mulai memetik wortel.

"Aduh!" teriak Bulan kesakitan. Kakinya tergelincir dan terjatuh. Ia menatap kakinya yang luka dan mulai menangis.

"Ada apa, Bulan?" tanya Pipit, burung pipit kecil yang sedang bertengger di dahan pohon.

"Aku terjatuh dan kakiku sakit," jawab Bulan sambil terisak.

Pipit terbang mendekati Bulan. "Mengapa kamu masuk ke kebun wortel tanpa izin, Bulan?" tanya Pipit.

"Aku lapar dan ingin makan wortel," jawab Bulan.

"Memambil sesuatu tanpa izin itu tidak baik, Bulan," kata Pipit. "Kamu harus meminta izin kepada Pak Rusa terlebih dahulu."

Bulan merasa malu. Ia baru menyadari kesalahannya. "Maaf, Pipit. Aku tidak akan mengulanginya lagi," ujar Bulan.

Pipit tersenyum. "Tidak apa-apa, Bulan. Sekarang ayo kita cari Pak Rusa. Kita minta maaf dan minta bantuannya untuk mengobati kakimu."

Bulan dan Pipit pun pergi mencari Pak Rusa. Setelah menemukan Pak Rusa, mereka menceritakan kejadian yang sebenarnya. Pak Rusa menghela napas. "Bulan, kamu harus belajar untuk meminta izin sebelum mengambil sesuatu yang bukan milikmu. Untung saja kamu tidak apa-apa."

Pak Rusa kemudian mengobati luka di kaki Bulan. Setelah lukanya sembuh, Bulan berjanji akan selalu bersikap baik dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.

.

.

Nilai-nilai kehidupan yang dapat kita ambil dari cerita fabel diatas adalah...

Kita harus selalu jujur

Kita harus selalu membantu orang lain

Kita tidak boleh sombong

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 5 pts

Bacalah cerita fabel berikut dengan saksama, lalu jawablah pertanyaan di bawah ini!

Kelinci Kecil dan Burung Pipit

Di sebuah hutan yang rindang, hiduplah seekor kelinci kecil bernama Bulan. Bulan sangat suka melompat-lompat di antara rerumputan hijau dan bermain dengan teman-temannya. Suatu hari, Bulan merasa sangat lapar. Ia pun berkeliling hutan mencari makanan.

"Ah, di sana ada kebun wortel milik Pak Rusa!" seru Bulan senang saat melihat kebun wortel yang luas dan hijau. Matanya berbinar-binar melihat wortel-wortel segar yang menggantung di tanaman. Tanpa pikir panjang, Bulan pun melompat masuk ke dalam kebun dan mulai memetik wortel.

"Aduh!" teriak Bulan kesakitan. Kakinya tergelincir dan terjatuh. Ia menatap kakinya yang luka dan mulai menangis.

"Ada apa, Bulan?" tanya Pipit, burung pipit kecil yang sedang bertengger di dahan pohon.

"Aku terjatuh dan kakiku sakit," jawab Bulan sambil terisak.

Pipit terbang mendekati Bulan. "Mengapa kamu masuk ke kebun wortel tanpa izin, Bulan?" tanya Pipit.

"Aku lapar dan ingin makan wortel," jawab Bulan.

"Memambil sesuatu tanpa izin itu tidak baik, Bulan," kata Pipit. "Kamu harus meminta izin kepada Pak Rusa terlebih dahulu."

Bulan merasa malu. Ia baru menyadari kesalahannya. "Maaf, Pipit. Aku tidak akan mengulanginya lagi," ujar Bulan.

Pipit tersenyum. "Tidak apa-apa, Bulan. Sekarang ayo kita cari Pak Rusa. Kita minta maaf dan minta bantuannya untuk mengobati kakimu."

Bulan dan Pipit pun pergi mencari Pak Rusa. Setelah menemukan Pak Rusa, mereka menceritakan kejadian yang sebenarnya. Pak Rusa menghela napas. "Bulan, kamu harus belajar untuk meminta izin sebelum mengambil sesuatu yang bukan milikmu. Untung saja kamu tidak apa-apa."

Pak Rusa kemudian mengobati luka di kaki Bulan. Setelah lukanya sembuh, Bulan berjanji akan selalu bersikap baik dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.

  1. Latar tempat cerita fabel tersebut adalah...

Di sebuah hutan rimba

Di sebuah kota besar

Di sebuah desa kecil

Di sebuah istana

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?