Search Header Logo

asesmen formatif

Authored by Nopiyana Nopiyana

Other

10th Grade

Used 1+ times

asesmen formatif
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Teks anenkdot berikut soal nomor 1-4

sumbangan sukarela

1. Karena tidak ada biaya, seorang anak terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya.

2. anak itu membantu ayahnya di bengkel tambal ban. melihat anak yang masih kecil sudah bekerja, seseorang pelanggan bertanya pada sang ayah.

3. " anaknya nggak sekolah, Pak?"

"Tidak ada biaya, Bu," jawab sang ayah.

4. "lho, sekolah kan gratis, Pak."

5. "memang. sekarang tidak ada lagi uang SPP seperti dahulu. Akan tetapi, ada sumbangan sukarela yang besarnya sudah ditentukan.

Meskipun sifatnya sukarela, kalau tidak dibayar ya nggak biso sekolah."

peristiwa yang diceritakan dalam teks anekdot tersebut adalah...

seorang ayah bekerja keras untuk mencari nafkah

seorang pelanggan memberikan sumbangan sukarela

seorang anak putus sekolah karena tidak ada biaya

seorang pelanggan tambal ban menawarkan sekolah gratis

seorang anak ingin meneruskan usaha bengkel ayahnya

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Teks anenkdot berikut soal nomor 1-4

sumbangan sukarela

1. Karena tidak ada biaya, seorang anak terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya.

2. anak itu membantu ayahnya di bengkel tambal ban. melihat anak yang masih kecil sudah bekerja, seseorang pelanggan bertanya pada sang ayah.

3. " anaknya nggak sekolah, Pak?"

"Tidak ada biaya, Bu," jawab sang ayah.

4. "lho, sekolah kan gratis, Pak."

5. "memang. sekarang tidak ada lagi uang SPP seperti dahulu. Akan tetapi, ada sumbangan sukarela yang besarnya sudah ditentukan.

Meskipun sifatnya sukarela, kalau tidak dibayar ya nggak biso sekolah."

angka 1) teks anekdot tersebut merupakan struktur terks anekdot bagian...

abstraksi

orientasi

krisis

reaksi

koda

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

sumbangan sukarela

1. Karena tidak ada biaya, seorang anak terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya.

2. anak itu membantu ayahnya di bengkel tambal ban. melihat anak yang masih kecil sudah bekerja, seseorang pelanggan bertanya pada sang ayah.

3. " anaknya nggak sekolah, Pak?"

"Tidak ada biaya, Bu," jawab sang ayah.

4. "lho, sekolah kan gratis, Pak."

5. "memang. sekarang tidak ada lagi uang SPP seperti dahulu. Akan tetapi, ada sumbangan sukarela yang besarnya sudah ditentukan.

Meskipun sifatnya sukarela, kalau tidak dibayar ya nggak biso sekolah."

kalimat interogatif dalam anekdot tersebut adalah...

anak itu membantu ayahnya di bengkel tambal ban

"anaknya gak sekolah, pak?"

"Tidak ada biaya, Bu." jawab sang ayah

"lho sekolahkan gratis, pak."

"sekarang tidak ada lagi uang spp seperti dahulu."

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

sumbangan sukarela

1. Karena tidak ada biaya, seorang anak terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya.

2. anak itu membantu ayahnya di bengkel tambal ban. melihat anak yang masih kecil sudah bekerja, seseorang pelanggan bertanya pada sang ayah.

3. " anaknya nggak sekolah, Pak?"

"Tidak ada biaya, Bu," jawab sang ayah.

4. "lho, sekolah kan gratis, Pak."

5. "memang. sekarang tidak ada lagi uang SPP seperti dahulu. Akan tetapi, ada sumbangan sukarela yang besarnya sudah ditentukan.

Meskipun sifatnya sukarela, kalau tidak dibayar ya nggak biso sekolah."

penyajian yang tepat teks anekdot tersebut kedalam bentuk dialog adalah...

Karena tidak ada biaya, seorang anak terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya. Anak itu membantu ayahnya di bengkel tampal ban . Melihat anak yang masih kecil sudah berkerja, seorang pelanggan bertanya pada sang ayah.

Ayah : "Anaknya nggak sekolah, Bu?"

Pelanggan : "Tidak ada biaya, Pak"

Ayah : "Lho, sekolah kan gratis, Bu."

Pelanggan : "Memang. SEkarang tidak ada lagi uang SPP seperti dahulu. Akan tetapi, ada sumbangan sukarela yang dibesarnya sudah ditentukan. Meskipun sifatnya sukarela, kalau tidak dibayar ya nggak bisa sekolah."

Karena tidak ada biaya, seorang anak terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya. Anak itu membantu ayahnya di bengkel tampal ban . Melihat anak yang masih kecil sudah berkerja, seorang pelanggan bertanya pada sang ayah.

Pelanggan : "Anaknya nggak sekolah, Bu?"

Anak : "Tidak ada biaya, Pak"

Pelanggan : "Lho, sekolah kan gratis, Bu."

Ayah : "Memang. SEkarang tidak ada lagi uang SPP seperti dahulu. Akan tetapi, ada sumbangan sukarela yang dibesarnya sudah ditentukan. Meskipun sifatnya sukarela, kalau tidak dibayar ya nggak bisa sekolah."

Karena tidak ada biaya, seorang anak terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya. Anak itu membantu ayahnya di bengkel tampal ban . Melihat anak yang masih kecil sudah berkerja, seorang pelanggan bertanya pada sang ayah.

Anak : "Anaknya nggak sekolah, Bu?"

Ayah : "Tidak ada biaya, Pak"

Pelanggan : "Lho, sekolah kan gratis, Bu."

Ayah : "Memang. SEkarang tidak ada lagi uang SPP seperti dahulu. Akan tetapi, ada sumbangan sukarela yang dibesarnya sudah ditentukan. Meskipun sifatnya sukarela, kalau tidak dibayar ya nggak bisa sekolah."

Karena tidak ada biaya, seorang anak terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya. Anak itu membantu ayahnya di bengkel tampal ban . Melihat anak yang masih kecil sudah berkerja, seorang pelanggan bertanya pada sang ayah.

Ayah : "Anaknya nggak sekolah, Bu?"

Pelanggan : "Tidak ada biaya, Pak"

Anak : "Lho, sekolah kan gratis, Bu."

Ayah : "Memang. SEkarang tidak ada lagi uang SPP seperti dahulu. Akan tetapi, ada sumbangan sukarela yang dibesarnya sudah ditentukan. Meskipun sifatnya sukarela, kalau tidak dibayar ya nggak bisa sekolah."

Karena tidak ada biaya, seorang anak terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya. Anak itu membantu ayahnya di bengkel tampal ban . Melihat anak yang masih kecil sudah berkerja, seorang pelanggan bertanya pada sang ayah.

Pelanggan : "Anaknya nggak sekolah, Bu?"

Ayah : "Tidak ada biaya, Pak"

Pelanggan : "Lho, sekolah kan gratis, Bu."

Ayah : "Memang. SEkarang tidak ada lagi uang SPP seperti dahulu. Akan tetapi, ada sumbangan sukarela yang dibesarnya sudah ditentukan. Meskipun sifatnya sukarela, kalau tidak dibayar ya nggak bisa sekolah."

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

5. Perhatikan kalimat-kalimat acak berikut!

Apa Hobimu

1) Seorang tahanan tersebut hanya duduk - duduk di sudut lapangan saja.

2) "Kalau begitu, mengapa tidak ikut main voli?"

"Itu juga bukan hobiku."

3) "Tidak ikut main futsal ?"

"Wah, itu bukan hobiku, " kata si tahanan.

4) "Lalu apa hobimu?"

"Hobiku korupsi!"

"?????"

5) saat jam olaraga, seorang sipir berbincang dengan salah seorang tahanan.

Urutan kalimat-kalimat acak tersebut agar menjadi teks anekdot padu adalah...

5)-1)-2)-3)-4)

5)-1)-3)-2)-4)

5)-2)-1)-3)-4)

5)-2)-3)-1)-4)

5)-3)-2)-1)-4)

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

6. Teks Anekdot berikut untuk nomor 6 - 8

Divisi Perusahaan yang Sibuk

1) Alkisah ada sebuah divisi perusahaan yang terkenal cukup aktif dan galak. Divisi tersebut tiba-tiba tidak terdengar aksinya sejak ada kepala cabang perusahaan baru. Hal ini tentu membuat heran beberapa karyawan dari divisi lainnya.

2) Seorang karyawan dari divisi lainnya lalu menelpon kantor divisi peusahaan tersebut. karyawan tersebut berbicara dengan pimpinan divisi perusahaan.

3) "Halo, apa kabar, nih ? kok kamu tidak pernah muncul lagi ? padahal banyak kebijakan kepala cabang perusahaan yang menyimpang , " tanya si karyawan.

4) " Terima kasih anda masih ingat kami. Akhir-akhir ini kamu sangat sibuk sehingga tiodak sempat lagi meminitor kebijakan kepala cabang perusahaan."

5) " Memangnya kalian sibuk apa?"

"Kami mendapatkan banyak proyek penelitian dari cabang perusahaan yang harus kami selesaikan," jawab pimpinan divisi perusahaan.

konjungsi waktu dalam teks anekdot tersebut terdapat pada kalimat...

karyawan perusahaan tersebut berbicara dengan pimpinan divisi perusahaan.

Alkisah ada sebuah divisi perusahaan yang terkenal cukup aktif dan galak

Divisi tersebut tiba-tiba tidak terdengar aksinya sejak ada kepala cabang perusahaan baru.

hal ini tentu membuat heran beberapa karyawan

Seorang karyawan dari divisi lalu menelpon kantor divisi tersebut

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Divisi Perusahaan yang Sibuk

1) Alkisah ada sebuah divisi perusahaan yang terkenal cukup aktif dan galak. Divisi tersebut tiba-tiba tidak terdengar aksinya sejak ada kepala cabang perusahaan baru. Hal ini tentu membuat heran beberapa karyawan dari divisi lainnya.

2) Seorang karyawan dari divisi lainnya lalu menelpon kantor divisi peusahaan tersebut. karyawan tersebut berbicara dengan pimpinan divisi perusahaan.

3) "Halo, apa kabar, nih ? kok kamu tidak pernah muncul lagi ? padahal banyak kebijakan kepala cabang perusahaan yang menyimpang , " tanya si karyawan.

4) " Terima kasih anda masih ingat kami. Akhir-akhir ini kamu sangat sibuk sehingga tiodak sempat lagi meminitor kebijakan kepala cabang perusahaan."

5) " Memangnya kalian sibuk apa?"

"Kami mendapatkan banyak proyek penelitian dari cabang perusahaan yang harus kami selesaikan," jawab pimpinan divisi perusahaan.

Pernyataan nomor 3) dalam teks anekdot tersebut merupakan struktur teks bagian...

Abstraksi

Orientasi

Krisis

Reaksi

Roda

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?