Search Header Logo

ASESMEN CERITA FABEL KELAS VI

Authored by Anindita Swastika

World Languages

6th Grade

Used 6+ times

ASESMEN CERITA FABEL KELAS VI
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

5 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Kelinci dan Siput yang Sombong

Suatu hari di hutan, Kelinci sedang berjalan-jalan dengan penuh percaya diri. Ia terkenal sebagai hewan tercepat di hutan dan sering membanggakan kecepatan larinya. Di tengah jalan, Kelinci bertemu dengan Siput.

"Hai, Siput! Kenapa kamu berjalan begitu lambat? Aku bisa mencapai ujung hutan dalam sekejap, sementara kamu butuh waktu seharian!" ejek Kelinci.

Siput yang tenang menjawab, "Kecepatan memang penting, Kelinci. Tapi, tidak selalu yang cepat itu yang menang."

Kelinci tertawa mendengar ucapan Siput. "Kalau begitu, bagaimana kalau kita bertanding lari? Siapa yang sampai di ujung hutan duluan, dialah yang menang!" tantang Kelinci.

Siput menyetujui tantangan itu dengan tenang. Esok paginya, mereka memulai perlombaan. Kelinci melesat dengan cepat meninggalkan Siput jauh di belakang. Namun, karena merasa yakin akan menang, Kelinci memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon besar.

"Ah, Siput pasti masih jauh di belakang. Aku punya banyak waktu untuk tidur sejenak," pikir Kelinci.

Sementara Kelinci tertidur, Siput terus merayap pelan-pelan tanpa henti. Meskipun lambat, Siput tidak pernah berhenti berjalan menuju garis akhir. Ketika Kelinci terbangun, ia kaget melihat Siput sudah hampir mencapai garis akhir.

Kelinci berlari secepat mungkin, tetapi terlambat. Siput sudah menyentuh garis akhir dengan senyum di wajahnya. Kelinci hanya bisa menunduk malu.

Sejak saat itu, Kelinci sadar bahwa terlalu sombong dan meremehkan orang lain hanya akan membawa kekalahan. Sementara itu, Siput mengajarkan bahwa ketekunan dan kesabaran adalah kunci kemenangan.

Mengapa Siput bisa menang dalam perlombaan meskipun lambat?

Karena Siput berlari cepat

Karena Kelinci terlambat memulai

Karena Siput tidak pernah berhenti berjalan

Karena Siput mendapatkan bantuan dari hewan lain

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Bacalah dengan saksama kutipan teks fabel berikut!

Siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si Keledai, Kancil, dan hewan lainnya. Keledai merasa kehausan. Dia berjalan-jalan mencari air. Di tengah perjalanan dia melihat kolam dengan air yang sangat jernih. Tanpa pikir panjang dia langsung terjun ke dalam kolam. Tindakan Keledai sangat ceroboh, dia tidak berpikir bagaimana cara ia naik ke atas. Beberapa kali Keledai mencoba untuk memanjat tetapi ia tidak bisa sampai ke atas.

Di mana latar tempat pada cerita di atas?

di tengah hutan

di sungai yang jernih

di jalan hutan dan di kolam air

siang hari yang panas

3.

MULTIPLE SELECT QUESTION

45 sec • 1 pt

Bacalah dengan saksama kutipan teks fabel berikut!

Siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si Keledai, Kancil, dan hewan lainnya. Keledai merasa kehausan. Dia berjalan-jalan mencari air. Di tengah perjalanan dia melihat kolam dengan air yang sangat jernih. Tanpa pikir panjang dia langsung terjun ke dalam kolam. Tindakan Keledai sangat ceroboh, dia tidak berpikir bagaimana cara ia naik ke atas. Beberapa kali Keledai mencoba untuk memanjat tetapi ia tidak bisa sampai ke atas.

Pernyataan berikut yang sesuai dengan isi kutipan fabel tersebut adalah…

Di tengah perjalanan Keledai melihat kolam dengan air yang sangat jernih.

Di tengah perjalanan Kancil melihat kolam dengan air yang sangat jernih.

Keledai beberapa kali mencoba memanjat ke atas kolam.

Kancil beberapa kali mencoba memanjat ke atas kolam.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Kelinci dan Siput yang Sombong

Suatu hari di hutan, Kelinci sedang berjalan-jalan dengan penuh percaya diri. Ia terkenal sebagai hewan tercepat di hutan dan sering membanggakan kecepatan larinya. Di tengah jalan, Kelinci bertemu dengan Siput.

"Hai, Siput! Kenapa kamu berjalan begitu lambat? Aku bisa mencapai ujung hutan dalam sekejap, sementara kamu butuh waktu seharian!" ejek Kelinci.

Siput yang tenang menjawab, "Kecepatan memang penting, Kelinci. Tapi, tidak selalu yang cepat itu yang menang."

Kelinci tertawa mendengar ucapan Siput. "Kalau begitu, bagaimana kalau kita bertanding lari? Siapa yang sampai di ujung hutan duluan, dialah yang menang!" tantang Kelinci.

Siput menyetujui tantangan itu dengan tenang. Esok paginya, mereka memulai perlombaan. Kelinci melesat dengan cepat meninggalkan Siput jauh di belakang. Namun, karena merasa yakin akan menang, Kelinci memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon besar.

"Ah, Siput pasti masih jauh di belakang. Aku punya banyak waktu untuk tidur sejenak," pikir Kelinci.

Sementara Kelinci tertidur, Siput terus merayap pelan-pelan tanpa henti. Meskipun lambat, Siput tidak pernah berhenti berjalan menuju garis akhir. Ketika Kelinci terbangun, ia kaget melihat Siput sudah hampir mencapai garis akhir.

Kelinci berlari secepat mungkin, tetapi terlambat. Siput sudah menyentuh garis akhir dengan senyum di wajahnya. Kelinci hanya bisa menunduk malu.

Sejak saat itu, Kelinci sadar bahwa terlalu sombong dan meremehkan orang lain hanya akan membawa kekalahan. Sementara itu, Siput mengajarkan bahwa ketekunan dan kesabaran adalah kunci kemenangan.

Kapan Kelinci terbangun dari tidurnya?

Setalah Siput sampai di garis akhir.

Saat Siput baru memulai lomba.

Ketika matahari terbenam.

Ketika Siput hampir mencapai garis akhir.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Kelinci dan Siput yang Sombong

Suatu hari di hutan, Kelinci sedang berjalan-jalan dengan penuh percaya diri. Ia terkenal sebagai hewan tercepat di hutan dan sering membanggakan kecepatan larinya. Di tengah jalan, Kelinci bertemu dengan Siput.

"Hai, Siput! Kenapa kamu berjalan begitu lambat? Aku bisa mencapai ujung hutan dalam sekejap, sementara kamu butuh waktu seharian!" ejek Kelinci.

Siput yang tenang menjawab, "Kecepatan memang penting, Kelinci. Tapi, tidak selalu yang cepat itu yang menang."

Kelinci tertawa mendengar ucapan Siput. "Kalau begitu, bagaimana kalau kita bertanding lari? Siapa yang sampai di ujung hutan duluan, dialah yang menang!" tantang Kelinci.

Siput menyetujui tantangan itu dengan tenang. Esok paginya, mereka memulai perlombaan. Kelinci melesat dengan cepat meninggalkan Siput jauh di belakang. Namun, karena merasa yakin akan menang, Kelinci memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon besar.

"Ah, Siput pasti masih jauh di belakang. Aku punya banyak waktu untuk tidur sejenak," pikir Kelinci.

Sementara Kelinci tertidur, Siput terus merayap pelan-pelan tanpa henti. Meskipun lambat, Siput tidak pernah berhenti berjalan menuju garis akhir. Ketika Kelinci terbangun, ia kaget melihat Siput sudah hampir mencapai garis akhir.

Kelinci berlari secepat mungkin, tetapi terlambat. Siput sudah menyentuh garis akhir dengan senyum di wajahnya. Kelinci hanya bisa menunduk malu.

Sejak saat itu, Kelinci sadar bahwa terlalu sombong dan meremehkan orang lain hanya akan membawa kekalahan. Sementara itu, Siput mengajarkan bahwa ketekunan dan kesabaran adalah kunci kemenangan.

Apa yang dilakukan Kelinci ketika merasa yakin akan menang dalam perlombaan?

Kelinci memutuskan untuk beristirahat dan tidur di bawah pohon.

Kelinci menunggu Siput sampai di garis akhir.

Kelinci berlari secepat mungkin.

Kelinci membantu Siput.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Microsoft

Continue with Microsoft

or continue with

Facebook

Facebook

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?