
Cendekia - Belajar Memahami Teks Cerita Fantasi
Authored by Dinar Uji Setyaningrum
Other
7th Grade
Used 1+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
20 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
“Ibu, bolehkah aku sekolah?” tanya Riri kepada ibunya yang ada di kamar. Ibu gadis kecil terdiam sambil menatapnya. Entah apa yang dipikirkan. Tapi, sorotan matanya menandakan ketidaksetujuan terhadap perkataan Riri yang duduk di kasurnya itu.
“jangan sekarang, Nak. Kau masih sakit, badanmu sangat panas. Tunggu barang dua-tiga hari, ya” kata ibunya lembut.
“Tapi, Bu. Saya takut ketinggalan pelajaran. Kata teman-teman, hari ini ada ulangan” rengek Riri.
Kutipan tersebut merupakan teks fantasi bagian….
pengenalan
komplikasi
resolusi
klimaks
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
“Ibu, bolehkah aku sekolah?” tanya Riri kepada ibunya yang ada di kamar. Ibu gadis kecil terdiam sambil menatapnya. Entah apa yang dipikirkan. Tapi, sorotan matanya menandakan ketidaksetujuan terhadap perkataan Riri yang duduk di kasurnya itu.
“jangan sekarang, Nak. Kau masih sakit, badanmu sangat panas. Tunggu barang dua-tiga hari, ya” kata ibunya lembut.
“Tapi, Bu. Saya takut ketinggalan pelajaran. Kata teman-teman, hari ini ada ulangan” rengek Riri.
Tokoh utama kutipan teks tersebut adalah….
ibu
Riri
dia
teman-teman
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
“Ibu, bolehkah aku sekolah?” tanya Riri kepada ibunya yang ada di kamar. Ibu gadis kecil terdiam sambil menatapnya. Entah apa yang dipikirkan. Tapi, sorotan matanya menandakan ketidaksetujuan terhadap perkataan Riri yang duduk di kasurnya itu.
“jangan sekarang, Nak. Kau masih sakit, badanmu sangat panas. Tunggu barang dua-tiga hari, ya” kata ibunya lembut.
“Tapi, Bu. Saya takut ketinggalan pelajaran. Kata teman-teman, hari ini ada ulangan” rengek Riri.
Watak tokoh Riri pada kutipan tersebut adalah….
peduli
penurut
rajin
pemalu
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
“Ibu, bolehkah aku sekolah?” tanya Riri kepada ibunya yang ada di kamar. Ibu gadis kecil terdiam sambil menatapnya. Entah apa yang dipikirkan. Tapi, sorotan matanya menandakan ketidaksetujuan terhadap perkataan Riri yang duduk di kasurnya itu.
“jangan sekarang, Nak. Kau masih sakit, badanmu sangat panas. Tunggu barang dua-tiga hari, ya” kata ibunya lembut.
“Tapi, Bu. Saya takut ketinggalan pelajaran. Kata teman-teman, hari ini ada ulangan” rengek Riri.
Amanat yang terdapat pada kutipan tersebut adalah…
Jangan campuri keinginan anak.
Ikutlah ulangan meski badan sedang sakit.
Segeralah ke dokter kalau badan sedang panas.
Sebaiknya kalau sakit istirahat dulu sampai sembuh.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Aku berdiri di depan sebuah ruangan dekat taman yang berada di belakang kampusku. Aku merasa bersemangat sekali pada hari itu, saking semangatnya aku datang kepagian. Ruangan itu masih terkunci rapat, para senior dan teman-temanku belum ada yang datang. Mungkin mereka masih berada di dalam perjalanan menuju ke sini.
Aku meletakkan ranselnya yang tadinya bergelayut di pundak ini. Kemudian aku duduk di samping ransel yang lumayan besar, aku mengecek kembali semua alat-alat perlengkapan dan bahan makanan yang akan aku bawa nanti.
Latar yang terdapat pada teks cerita fantasi tersebut adalah….
kampus, sore hari
sekolah, pagi hari
belakang kampus, pagi hari
samping kampus, pagi hari
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Namaku adalah Clara Dakota Cortz dan berusia 16 tahun. Aku tinggal di sebuah desa bernama Woodland di Negara Batavia. Ibuku seorang tabib yang cantik dan bijaksana, aku sangat dekat dengan ibuku. Sedangkan ayahku adalah seorang elf (peri) musim dingin. Tidak heran aku memiliki tubuh seperti manusia, tetapi di punggungku terdapat sepasang sayap berkilauan. Sumber : http//anisanimasi.blogspot.co.id
Bagian orientasi tersebut dimulai dengan pengembangan….
deskripsi latar
pengenalan tokoh
pengenalan konflik
kehadiran tokoh lain
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Nenek itu masih tersenyum dengan manis. Namun, tiba-tiba senyuman itu berubah menjadi seringai yang menakutkan. Gigi-giginya berubah menjadi taring yang tajam. Bola matanya seakan keluar dan mengeluarkan sinar siap menghancurkan semua yang ada di depannya. Aku segera melompat dan mengeluarkan senjata pamungkasku untuk melindungi adikku.
Pola pengembangan bagian komplikasi pada teks tersebut dikembangkan dengan….
mengubah tokoh
mengubah alur
mengubah latar
mengubah konflik
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Microsoft
or continue with
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?