
Unsur Intrinsik Cerpen
Authored by Adatu linggi
Other
9th Grade
Used 37+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
20 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Akupun bertanya seperti biasa, “Biar apa, Ayah?”
“Biar kamu tidak sombong jadi manusia, Zarah,” ujarnya sambil tersenyum. Lalu mengecup keningku.
Di tengah orang-orang yang berlomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia biasa.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah … .
Baik hati
Rendah hati
Rendah diri
Bijaksana
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut!
1) Ternyata perkataan yang pernah diucapkan anak itu benar adanya.
2) Dan aku hidup bahagia dengan dikaruniai seorang putri yang cantik dan kuat seperti almarhumah Zarah Nabila Ananda.
3) Kehidupan yang aku jalani jauh lebih baik daripada sebelumnya, aku sudah berumah tangga.
4) Sekarang aku mempunyai suami yang benar-benar tulus mencintaiku.
Urutan kutipan cerpen yang tepat adalah … .
(1), (3), (2), (4)
(1), (2), (4), (3)
(4), (3), (1), (2)
(4), (1), (3), (2)
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Zamzami sering mendengarkan Enong berbicara soal kamus bahasa Inggris. Dari nada suaranya, ia tahu putrinya ingin punya kamus. Sebaliknya, meskipun masih kecil, Enong tahu bahwa ayahnya miskin. Ia tak pernah meminta dibelikan apapun.
Amanat yang terkandung dalam kutipan cepern tersebut adalah … .
Seorang anak tidak perlu memahami keadaan orang tua
Jadilah anak yang paham dengan kehidupan orang tua
Orang tua harus memenuhi semua keinginan anak
Orang tua harus bekerja keras menafkahi keluarga
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Tiga hari sesudah itu, pada suatu pagi, Bagaskara memancarkan cahayanya bagaikan membasuh puncak gunung agung dengan cut emas, di alun-alun negara Gel-Gel telah penuh sesak orang. Mereka ingin menyaksikan para Arya berangkat dari kerajaan Gel-Gel yang oleh Sribaginda Bhatara Dalem dikirim ke negara melambangkan untuk membantu memcahkan kepungan Senopati dari Mataram.
Latar tempat dalam cerpen tersebut adalah … .
Kerajaan Gel-Gel
Mataram
Puncak gunung agung
Alun-alun kerajaan Gel-Gel
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ... .
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang ketiga maha tahu
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Ia sangat senang dengan pekerjaannya sebagai seorang saudagar. Suatu ketika ia berdagang ke sebuah pulau yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Sesampainya di sana ia memberatkan timbangannya agar mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari pulau tersebut.
Berdasarkan kutipan tersebut, saudagar merupakan tokoh ....
protagonis
tambahan
tritagonis
antagonis
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Sosial
Politik
agama
Ekonomi
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?